Jelajah Budaya: Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Menjelajahi Kebudayaan Lokal Bersama Siswa SDN Tembok Guna Lestarikan Budaya Melalui Edukasi
Tembok, Batang (26/07/2024) Mahasiswa Tim II KKN Undip berupaya untuk melakukan pelestarian budaya melalui pendampingan dan edukasi terhadap Siswa/i SD di Desa Tembok. Melestarikan budaya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan terutama sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Budaya menjadi suatu hal yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperangkat aturan hidup, kepercayaan, bahasa, dan adat istiadat merupakan banyaknya definisi dari kebudayaan. Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, kebudayaan kian terkikis sehingga diperlukan penguatan kembali rasa cinta terhadap kebudayaan.
Pentingnya pelestarian budaya secara turun temurun amat penting untuk dilakukan agar eksistensinya terus terjaga terutama terhadap generasi muda. Melihat urgensi dari pentingnya melestarikan budaya, Azahra Mauludina, Mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2024 Program Studi Antropologi Sosial melakukan edukasi dan
pendampingan melalui pengenalan kebudayaan lokal kepada Siswa/i kelas 5 dan 6 SDN Tembok 01 pada hari Jumat, 26 Juli 2024 dan Sabtu, 27 Juli 2024. Program tersebut dilakukan guna mengingatkan kembali generasi muda akan kebudayaan dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Melalui program kerja ini, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai definisi kebudayaan, macam kebudayaan yang ada di Indonesia dan kesenian khas daerah Batang, serta pentingnya melestarikan budaya. Kemudian pada akhir kegiatan, dilanjutkan dengan bermain games menarik seputar kebudayaan yang ada di Indonesia dan pembagian flyer kepada setiap siswa sebagai kenang-kenangan. Siswa/i yang terlibat dalam program kerja ini menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan bersemangat dan penuh canda tawa.
Dengan adanya edukasi dan pendampingan terkait pentingnya pelestarian budaya ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta budaya pada generasi muda sebagai generasi emas di masa mendatang.
